Rabu, 13 Januari 2016

The Room 3 | featured
Hari ini para pengguna Android boleh bersuka cita menyambut kehadiran The Room Three yang akhirnya tersedia juga di Google Play. Setelah melalui masa penantian yang cukup lama, iterasi ketiga dari game puzzle buatan Fireproof Games ini kembali menghadirkan aksi penyelesaian puzzle yang cukup menarik di platform Android. Pertanyaannya sekarang, apakah dengan harganya tergolong tidak murah, The Room Three pantas untuk dibeli?
Jawabannya tentu saja iya. Mengapa? Karena melalui iterasi terbarunya, Fireproof Games masih melanjutkan berbagai hal yang membuat serial game The Room pantas didaulat game puzzle terbaik untuk mobile sepanjang masa, mulai dari susunan puzzle yang terkesan out of the box, hingga tampilan objeknya yang cukup mendetail.
The Room 3 | screenshot
Masih sama seperti sebelumnya, The Room Three menempatkan kamu dalam aksi memecahkan misteri yang mengandalkan elemen eksplorasi ruangan, penyelesaian puzzle berdasarkan objek, dan observasi lingkungan dengan atmosfer suasana yang sangat misterius. Hal ini tak lepas dari penyajian musiknya yang terdengar seperti alunan musik di serial film detektif, sehingga memancing rasa penasaran pemain untuk menyelesaikan misteri yang ada di depan mata.
Sekadar pengingat, The Room adalah game yang dulu memopulerkan mekanisme penyelesaian puzzle berbasis ruang pada perangkat mobile. Game puzzle dengan gameplay semacam The Room sebetulnya bukanlah sesuatu yang baru karena setidaknya Myst telah memperkenalkan jenis game ini sejak tahun 1993 silam menggunakan pendekatan tema lingkungan yang berbeda.
Dengan banderol tidak murah, The Room Three adalah sebuah hiburan mobile premium yang tak akan mengecewakan. Bila memang terasa mengecewakan, tentunya kami tidak akan memasukkan game ini ke dalam deretan puzzle terbaik di tahun 2015, bukan?
Kota Dota 2 Majors | Featured
Pada tanggal 11 Januari 2016 lalu, Valve mengumumkan di dalam blog Dota 2 mereka bahwa Major musim semi tahun ini akan diadakan di Manila, Filipina. Total hadiah yang akan dilombakan akan mencapai $3 juta (sekitar Rp41 miliar) Belum ada pengumuman tanggal pasti, namun Valve mengatakan bahwa Manila Major akan diadakan pada awal bulan Juni 2016.
Hal ini seperti menandakan bahwa Valve memang serius untuk mengembangkan komunitas Dota 2 di Asia Tenggara, salah satunya adalah Filipina. Selain Major ketiga ini, Filipina juga menjadi tuan rumah untuk salah satu ajang kompetisi prestisius Dota 2 yaitu ESL One Manila.
Apabila kamu mendengar Filipina yang disangkutpautkan dengan Dota 2, kamu mungkin akan teringat dengan perilaku kurang terpuji dari para pemain Dota 2 dari negara tersebut. Meskipun demikian, menurut saya Valve melihat adanya dukungan yang besar dari dalam komunitas di Filipina, hingga memutuskan untuk menggelar salah satu seri kompetisi terbesar Dota 2 di sana.
The Shanghai Major
Sebelum fokus kepada Manila Major, Valve akan menyukseskan terlebih dahulu Shanghai Major. Major musim dingin ini akan memulai babak group stage pada tanggal 25 Februari 2016, dan acara puncak yang akan diselenggarakan pada tanggal 2 – 6 Maret 2016 di Mercedes-Benz Arena Shanghai, Cina.
Sistem Major ini dimulai dari Frankfurt Major yang diselenggarakan pada bulan November kemarin sebagai Major musim gugur. Kemudian diikuti oleh Shanghai Major, dan akhirnya Manila Major yang menjadi kompetisi Major terakhir sebelum diselenggarakannya The International 6 di Seattle pada bulan Agustus 2016 mendatang.
Sumber: Valve

Gravity Rush | Featured
Menyambut Tokyo Game Show 2015 beberapa bulan lalu, Sony Computer Entertainment mengumumkan sebuah berita yang bisa dianggap sebagai kabar bagus dan buruk di waktu yang bersamaan. Berita tersebut adalah tentang perilisan ulang Gravity Rush (Gravity Daze di Jepang) untuk PS4, serta bagaimana sekuelnya akan dirilis eksklusif untuk PS4.
Gravity Rush pertama kali dirilis untuk PS Vita pada tahun 2012 dan merupakan salah satu game eksklusif yang menjadi game wajib untuk PS Vita. Bisa dibilang Gravity Rush adalah salah satu game yang cukup kuat untuk menjadi alasan membeli PS Vita.
Pengumuman hilangnya status eksklusif dengan hadirnya versi remaster memang merupakan berita bagus, karena kita jadi bisa memainkan game luar biasa ini dengan performa yang lebih baik. Tapi di saat yang bersamaan, perilisan ulang yang terjadi seakan-akan menjadi batu nisan untuk PS Vita yang kurang mendapatkan cinta dari Sony.
Gravity Rush Remastered | Screenshot 1
Tapi di sini kita tidak akan membicarakan soal nasib PS Vita. Yang akan kita bicarakan adalah soal kualitas dari Gravity Rush. Apakah game ini pantas untuk kamu mainkan? Apakah kamu perlu memainkannya lagi jika sudah menamatkannya di PS Vita dulu? Temukan jawabannya di bawah ini.

Bebas

Gravity Rush adalah sebuah game open-world yang membebaskanmu dari salah satu batasan paling besar di dunia nyata dan dunia game … gravitasi. Dalam game ini, kamu akan mengendalikan seorang gadis dengan karakteristik yang sangat menarik bernama Kat. Ditemani seekor kucing yang selalu menempel dengan dirinya, Kat menjelajahi Hekseville, sebuah kota yang melayang di atas langit sambil terbang dengan cara yang sangat unik.
Gravity Rush Remastered | Screenshot 2
Mekanisme transportasi utama dalam Gravity Rush adalah dengan cara bermain-main dengan gravitasi. Sebagai contoh, jika kamu mau pergi ke tempat yang jauh di arah Barat, kamu akan menihilkan gravitasi sejenak, arahkan target ke Barat, dan ubah gravitasi menjadi ke arah Barat. Setelah itu, Kat akan langsung “jatuh” ke Barat dengan cepat layaknya melompat jatuh dari gedung yang tinggi.
Awalnya bermanuver dengan gravitasi ini akan menjadi aktivitas yang sangat memusingkan. Kamu perlu membiasakan diri beberapa saat sebelum akhirnya bisa bergerak dengan bebas menjelajahi Hekseville. Begitu telah menguasainya, saya pribadi tidak jarang menghabiskan waktu entah berapa lama hanya untuk melayang-layang tidak jelas di kota yang indah ini.
Gravity Rush Remastered | Screenshot 3
Dari segi cerita, petualangan Kat di Hekseville terasa sangat seru untuk diikuti. Seperti yang sempat saya singgung di atas, Kat merupakan karakter yang sangat menarik. Kepribadian wanita ini jelas terasa berbeda dibanding ketika saya hanya melihatnya dari screenshot saja. Saya tidak akan membahasnya dalam-dalam, karena bagi saya pribadi, merasakan ekspektasi saya akan karakter Kat dipatahkan begitu saja merupakan salah satu kepuasan tersendiri ketika bermain Gravity Rush.
Uniknya, karakteristik Kat yang sangat menarik ini berjalan di atas sebuah cerita yang sering kali menyentuh area melankolis. Tidak banyak game yang sukses membuat saya sakit hati dan sangat bersedih hanya melalui sebuah sidequest simpel dan beberapa dialog yang muncul melalui balon kata serta ilustrasi wajah karakter saja. Gravity Rush jelas sukses melakukannya.
Gravity Rush Remastered | Screenshot 4
Seluruh hal ini semakin dibuat menarik akibat arahan visual yang fantastis. Hekseville tampak begitu indah dengan segala keanehan yang dimilikinya. Desain karakter, bangunan, dan segala aspek visual dalam game betul-betul memanjakan mata. Oh iya, beberapa bagian penting dalam cerita juga disajikan dalam bentuk komik semi-interaktif yang sangat keren. Menambah pengalaman luar biasa dalam bermain.

Lepas

Untuk memenuhi tugas sebagai pelindung Hekseville yang juga sering membuat masalah, Kat akan dilengkapi dengan berbagai kemampuan bertarung serta pengendalian gravitasi. Berbagai kemampuan ini bisa dibeli dan ditingkatkan levelnya setelah mengumpulkan semacam kristal yang tersebar di seluruh penjuru Hekseville.
Gravity Rush Remastered | Screenshot 5
Ada yang berwujud kemampuan pasif untuk menambahkan daya tahan Kat atau lama dia bisa bertahan mengendalikan gravitasi, ada juga yang aktif dalam wujud kemampuan bertarung penting. Kemampuan bertarung Kat pun masih berkisar di antara kemampuan mengendalikan gravitasi. Contohnya seperti Gravity Kick yang bisa dilakukan dengan cara menihilkan gravitasi, kemudian menjadikan musuh sebagai pusat gravitasi sebelum diterjang Kat yang “jatuh” ke arahnya.
Ya, ketika bertarung sekalipun, kamu akan diwajibkan untuk bermain-main dengan gravitasi. Bermain dengan gravitasi tidak hanya akan memberikan kamu pilihan serangan yang lebih banyak, tapi musuh-musuh yang ada di game pun memiliki gerakan yang memaksa Kat untuk melayang-layang dulu sebelum melancarkan serangan. Jadi, sama seperti eksplorasi, dijamin kamu akan perlu banyak adaptasi sebelum bisa menguasi kontrol pertarungan di Gravity Rush.

Melayang Jauh

Gravity Rush Remastered | Screenshot 6
Seperti yang sudah saya singgung di atas, Gravity Rush adalah sebuah game yang sangat indah. Game ini memiliki arahan visual yang fantastis dengan kualitas gambar tangan di beberapa bagian game yang tampak begitu enak dilihat. Arahan visual ini juga sangat mendukung atmosfer luar biasa yang ada di Gravity Rush.
Hiburan mata yang ada di Gravity Rush tentunya juga didukung oleh grafis yang oke punya. Game ini memiliki grafis 3D dengan gaya cel-shading yang sangat kental. Model 3D karakter yang ada di dalam game memang tampak tidak terlalu detail, tapi gaya cel-shading yang diusungnya cukup menutupi kekurangan ini.
Sedangkan untuk urusan audio, musik-musik yang mengisi Gravity Rush juga sangat luar biasa. Lagu-lagu dari berbagai genre, terutama jaz, mengiringi petualangan Kat di Hekseville, memberikan kesan yang semakin berkelas dalam pengalaman bermainmu di Gravity Rush.
Yang jelas, sebagai sebuah game, Gravity Rush sangatlah sukses dalam menyajikan pengalaman audio visual yang berkualitas. Jika kamu merupakan penggemar seni visual ataupun seni musik, pastikan kamu tidak melewatkan Gravity Rush.

PS Vita vs. PS4

Gravity Rush Remastered | Screenshot 7
Gravity Rush adalah sebuah game yang memanfaatkan banyak sekali fitur yang ada di PS Vita. Mulai dari sensor gerak, layar sentuh, sampai kemampuan hardware yang cukup mumpuni untuk ukuran handheld, semuanya dimanfaatkan dengan baik di Gravity Rush. Untungnya, banyak fitur yang terdapat di PS Vita tersebut dapat dibawa juga ke PS4, semuanya berkat DualShock 4 yang fantastis.
DualShock 4 memiliki fungsi sensor gerak layaknya PS Vita. Selain itu controller ini juga memiliki touchpad di tengahnya yang bisa menjadi alternatif touchscreen PS Vita. Sedangkan untuk kemampuan hardware … ayolah jangan bercanda, PS4 jelas jauh lebih kuat daripada PS Vita.
Gravity Rush Remastered di PS4 memiliki resolusi 1080p dan berjalan dengan performa 60 fps, menyajikan sebuah pengalaman yang begitu halus, lancar, dan indah untuk dimainkan. Memainkan Gravity Rush menggunakan PS4 di satu sisi mengurangi tingkat kepegalan dan pusing yang dihasilkan PS Vita yang tidak statis, tapi di sisi lain mengurangi fleksibilitas yang dimiliki mesin handheld.
Untuk urusan konten sendiri, tidak ada hal baru akan kamu temukan di versi Remastered. Bedanya hanya Gravity Rush Remastered dibundel dengan DLC yang dijual terpisah untuk versi PS Vita. Tapi menurut saya pribadi, DLC ini tidaklah terlalu penting karena hanya berisi misi-misi sampingan tanpa cerita dan bonus kostum untuk Kat saja.

Kesimpulan

Gravity Rush Remastered | Screenshot 8
Gravity Rush, baik versi biasa ataupun Remastered, adalah sebuah game yang fantastis. Saya tidak akan ragu untuk merekomendasikan game ini ke siapapun, asalkan bukan ke orang yang mudah dibuat pusing karena bermain game.
Lalu versi apa yang harus kamu ambil? Kalau kamu ingin agar PS Vita lebih dapat perhatian dari Sony dan bisa memainkan game ini di mana saja kapan saja, saran saya ambillah versi PS Vita. Sedangkan kalau kamu mau pengalaman maksimal dengan performa yang sangat lancar, versi PS4 jelas jadi pilihan.
Bagaimana dengan gamer yang sudah menamatkan versi PS Vita? Jujur saja menurut saya Gravity Rush Remastered kurang begitu berharga untuk kamu ambil, mengingat segala hal yang disajikan versi ini tidak berbeda jauh dengan versi standarnya. Kecuali kalau kamu penggemar berat Gravity Rush tentunya, tidak ada salahnya membeli dan memainkan game ini berkali-kali.
Saat ini Gravity Rush Remastered baru tersedia di PlayStation Store Asia saja. Versi US baru akan tersedia bulan Februari yang akan datang. Sedangkan versi PS Vita dari game aslinya tidak tersedia secara digital di PlayStation Store Asia.
PlayStation Store Asia (PS4): Gravity Rush Remastered, Rp494.000
PlayStation Store US (PS VIta): Gravity Rush, $13,49 (sekitar Rp187.00)

League of Legends

League of Legends | Wallpaper
Indonesia punya beberapa game MOBA, tetapi tidak ada satu pun yang sebaik League of Legends. Tidak heran sebenarnya, karena League of Legends saat ini adalah game dengan pemain terbanyak di dunia. Saat League of Legends datang ke Indonesia saya sendiri kaget, tidak percaya dan sangat berbahagia.
Sebenarnya sudah tidak perlu dipungkiri lagi bahwa Dota 2 adalah MOBA paling populer di Indonesia, namun League of Legends adalah sebuah alternatif yang sangat mantap. Jika kamu sudah memainkan Dota 2 lalu berkomentar bahwa League of Legends terlalu mudah dan hanya untuk orang “cupu”, mari kita berduel di kedua game ini, dan saya akan buktikan bahwa ilmu saktimu di Dota 2 tidak akan membuatmu jago di MOBA yang satu ini.
LoL | Screenshot 1
Salah satu aspek yang berbeda di League of Legends adalah champion yang harus dibeli. Kamu bisa mendapatkan 5 champion yang gratis secara permanen dan 5 champion yang dirotasi setiap minggunya. Namun kamu bisa membeli champion yang lain menggunakan mata uang in-game yang kamu dapatkan setiap permainan atau langsung membelinya menggunakan uang asli tentunya.
Selain itu League of Legends memiliki sistem mastery yaitu semacam “skill tree” yang akan menambah status champion secara pasif. Tentunya peningkatannya tidak terlalu parah, sehingga kamu akan masih memiliki kesempatan untuk mengalahkan pemain lain yang sudah memiliki level lebih tinggi. Selain itu selaku “summoner” dari sang champion kamu memiliki dua macam spell yang bisa dipilih untuk dibawa ke pertarungan seperti healing untuk menyembuhkan luka dan ghost yang meningkatkan kecepatan gerakan champion kamu untuk sementara waktu.
Website: League of Legends Indonesia

Counter Strike Online

Counter Strike | Wallpaper
Siapa yang belum pernah mendengar Counter Strike? Semua pasti pernah. Bagaimana dengan Counter Strike Online (CSO)? Mungkin tidak semua orang pernah mendengarnya. Seperti yang bisa kamu tebak sendiri, Counter Strike Online adalah sebuah game FPS yang menceritakan pertempuran antara Terrorist dengan pasukan elit anti teror (counter terrorist). Counter Strike bisa dibilang adalah kakek buyut dari FPS di Indonesia, dan CSO adalah penerusnya.
Counter Strike Online memiliki original mode dimana kamu bisa bermain seperti Counter Strike terdahulu. Sisanya adalah gameplay yang cukup unik seperti Deathmatch yang memberikanmu berbagai senjata sesuai dengan jumlah poin yang telah kamu dapat. Senjata yang ditawarkan juga sangat variatif dan diantaranya konyol, seperti SMG Thompson yang digunakan mafia zaman dulu.
CSO | Screenshot
Counter Strike Online juga memiliki sistem progression dalam bentuk pengembangan senjata. Kamu bisa “menempa” senjatamu untuk menambah kekuatan, kecepatan dan atribut lainnya. Tentu saja hal ini membuat game kurang imbang dan malah menjadi lebih mirip dengan MMORPG sehingga karakter dengan level tinggi dan rajin meningkatkan kualitas senjata akan lebih kuat dari lainnya.
Namun di situlah justru yang menjadi daya tarik. Perasaan yang kamu dapat saat berhasil menempa sebuah senapan (entah bagaimana caranya senapan ditempa) ke tingkat yang sangat tinggi tentunya sangat luar biasa. Tentu saja, peningkatan atribut ini tidak cukup signifikan sehingga pemain baru masih bisa membunuhmu.
Website: Counter Strike Online

3 Kingdoms Online

3KO | Screenshot
3 Kingdoms Online mungkin tidak terlalu berumur dibandingkan dengan MMORPG yang ada di daftar ini, tetapi game dengan sistem yang unik dan gameplay yang seru ini telah membawa warna baru ke dunia MMORPG di Indonesia. Hingga sekarang 3 Kingdoms Online masih cukup ramai dan bahkan pada bulan lalu game ini baru membuka server terbarunya.
Dalam 3 Kingdoms Online kamu tidak hanya mengontrol karaktermu tetapi juga prajurit. Para prajurit ini bisa kamu latih sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam perang. Selain itu 3 Kingdoms Online juga memiliki berbagai sistem perang yang seru seperti sistem Total War.
3KO | Screenshot 2
Bagian paling menarik dari 3 Kingdoms Online bagi saya justru adalah bagian PvE-nya. Setiap kali sebuah world boss muncul semua pemain di server tersebut bisa menyerang dia bersama-sama dan jika beruntung mendapatkan barang berharga. Jika tidak salah ingat bahkan kuda dari boss Zhao Yun pernah dijual dengan harga puluhan juta Rupiah saking langkanya.
3 Kingdoms Online juga sering mendapatkan update yang menambah peta, musuh dan boss baru yang senantiasa memberikan tantangan dan perlengkapan baru yang bisa kamu dapatkan jika beruntung. Jika kamu mencari sebuah MMORPG Indonesia dengan tema perang tiga kerajaan, 3 Kingdoms Online adalah pilihan terbaik saat ini.
Website: 3 Kingdoms Online

Rising Force Online

RF | Screenshot
Rising Force Online mungkin juga adalah MMORPG terjadul yang paling sukses setelah Ragnarok Online. Saat kemunculannya Rising Force Online atau lebih dikenal dengan singkatan RF menjadi alternatif yang seru bagi para penggemar MMORPG yang menyukai tema sci-fi.
Dalam Rising Force kamu menjadi satu dari tiga faksi yang bertarung satu sama lain, yaitu Bellato dengan ciri khas postur tubuh yang pendek dan bisa menggunakan robot raksasa, Cora dengan postur tubuh tinggi dan pandai menggunakan sihir dan memanggil monster, dan Accretia yang merupakan ras robot yang memiliki senjata khusus yang mampu menghasilkan ledakan mematikan dari jarak jauh bernama launcher.
Rising Force sekali lagi menarik banyak pemain berkat sistem PvP-nya yang seru, yang memungkinkan ketiga faksi sekaligus bertarung satu sama lain memperebutkan sebuah goa yang berisi bahan material berharga setiap tiga kali sehari (layaknya makan obat). Peperangan antar tiga bangsa serta kemampuan para pemain untuk menjadi pemimpin bangsa atau menteri membuat perang tersebut sangat seru. Saya sendiri dulu sampai rela bangun sejak subuh untuk berpartisipasi di perang pagi hari sebelum pergi ke sekolah.
Website: Rising Force Online